jamaah sholat

Ilmu meringankan tubuh dan menghilang

Normalnya, kebanyakan orang di jalanan sana nggak pernah mengharapkan kejutan tau2 ada orang lain menodongkan moncong lensa 70-200 ke mukanya. Itulah kenapa nggak sedikit fotografer jalanan jadi feeling nggak pede pas awal2nya motret di jalan. Tapi berita baiknya adalah, ada beberapa tips yg bisa dipelajari untuk memungkinkan moto di jalanan tanpa menarik perhatian subyek yg difoto atau orang lain.

jamaah sholat

Ilmu meringankan tubuh

Cara paling gampang dan paling norak buat menarik perhatian orang adalah dg membawa semua peralatan fotografi ketika motret di jalanan. Bayangkan jalan2 kalungan DSLR dg battery grip dan lampu flash, sambil manggul ransel isi macem2 lensa dan laptop, terus ada tripod pula di pundak. Pake kaos National Geographic atau I Am Nikon, haha… Tips untuk motret di jalanan adalah traveling light, lupakan segala gear fotografi itu. Yang diperlukan cuman satu kamera (dan satu lensa tentu saja). Dimensi kamera juga lebih kecil lebih baik. Itulah kenapa fotografer kondang Henri Cartier-Bresson di jamannya memilih kamera rangefinder Leica. Saya yakin kalo ketika itu ada iPhone, Henri akan mempertimbangkannya.

car park

Dengan membatasi diri sangu gear fotografi secukupnya, bisa jadi fotografer akan merasa kekurangan resource untuk membuat karya foto yg diinginkan. Misalnya lampu flash, pake flash itu semacam pake sirene di ambulan, menarik perhatian orang di jalanan termasuk subyek yg rencananya mau difoto secara candid. Tipsnya, naikkan aja ISO, nggak perlu kuatir soal grain/noise. Atau pelajari ke arah mana sinar matahari jatuh, dan gunakan itu untuk nyari angle yg bagus. Tripod juga nggak perlu2 banget diajak jalan2. Kalo memang butuh dudukan yg stabil buat kamera, ya alternatifnya bisa gunakan apa saja yg available di jalanan, motret sambil nyender ke tembok misalnya atau kamera bisa ditaruh di atas tas, dan sebagainya.

Navy

Membaur dalam kerumunan orang

Di jalanan, kebanyakan pejalan kaki itu sedang dalam perjalanan, punya tujuan, dan punya macem2 pikiran dalam benak mereka. Sedikit sekali kemungkinan mereka sadar ada satu orang berdiri diam di pojokan tikungan sedang mengamati mereka. Street photrographer biasanya menempatkan diri di tempat2 sibuk semacam halte bus kota, sekitar traffic light, jembatan penyeberangan, pasar dan tempat2 rame lainnya. Fotografer akan berdiam diri di posisinya sambil nyari framing yg kira2 bagus, sampai subyek masuk ke dalam frame, baru fotografer mengangkat kameranya dan klik tombol shutter.

Kalo misalnya fotografer masih belum cukup pede untuk mengangkat kamera ke matanya di tengah kerumunan orang, ada tips lain untuk motret, pake live view mode. Dengan pake layar LCD di belakang kamera, fotografer nggak perlu mengangkat kamera buat ngintip viewfinder.

Books

Tips lain untuk menghilang di kerumunan orang adalah pake pakaian warna gelap. Pakaian warna gelap cenderung kurang menarik perhatian. Jadi kalo sering liat fotografer suka pake baju hitam, itu bukan pertimbangan fashion ya, tapi karena kebutuhan.

Taktik pengalihan perhatian

Beberapa orang mencoba ngincipi genre street photography dg cara paling aman dan nyaman, motret dari jauh tanpa membaurkan diri dalam lingkungan subyek. Mereka akan perlu lensa tele untuk itu. Lensa tele adalah pilihan fantastis untuk motret gaya sniper, fotografer bisa membidik subyek dari jauh, dan ngambil gambar tanpa terdeteksi sama sekali.

sniper

Motret gaya sniper Ini adalah program latihan yg bagus untuk memulai street photography, sambil membangun keberanian dan kepedean untuk zoom in dan motret jarak dekat. Nantinya ketika sudah cukup pede untuk mendekati tempat kejadian perkara, taktik pengalihan perhatian perlu dipelajari. Salah satunya gini, pura2 motret sesuatu di belakang subyek. Jadi subyek tidak merasa terintimidasi dg moncong lensa yg diarahkan ke mukanya.

Nggak perlu ada kontak mata langsung dg subyek, kontak mata hanya melalui lensa. Pura2 membidik sesuatu di belakang subyek, kemudian ketika subyek sudah merasa tidak dibidik, tekan tombol shutter. Setelah itu, jangan langsung selesai, tapi tetep pura2 membidik sesuatu di belakang subyek, klik beberapa kali tombol shutter, baru pergi tanpa kontak mata sama sekali. Beberapa jepretan pengalihan perhatian itu nanti bisa didelete belakangan. Di jaman fotografi digital ini kan nggak perlu kuatir ngitung roll film.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *