gathering mobil123 nissan

Belajar Eco Driving dari acara gathering Mobil123

Apa itu eco driving? Apa manfaatnya? Gimana caranya? Nah kebetulan hari kamis kemaren saya dan istri diundang Mobil123 untuk ikut gathering di Surabaya bersama Nissan.

gathering mobil123 nissan

Di acara gathering itu Pak Indra Prabowo, managing editor dari Portal Otomotif No.1, sempat sharing bahwa transportasi darat itu berkontribusi menyumbang CO2 di udara sebanyak 15.9% (itu sangat banyak). Nah dari salah satu latar belakang itulah perlu eco driving untuk mengurangi gas beracun di udara.

indra mobil123

Eco driving adalah cara mengemudi yg bertujuan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar dan sangat berperan dalam mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

sugihendi nissan

Di antara sejumlah hal yg perlu diperhatikan pada eco driving adalah persiapan sebelum driving sendiri. Pak Sugihendi dari Nissan juga ngasih beberapa tips persiapan eco driving:

  1. Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yg disarankan. Mesin mobil2 baru sekarang ini kompresinya tinggi, jadi perlu bahan bakar oktan tinggi juga supaya bisa terbakar sempurna dan ngasih tenaga optimal ke mobil.
  2. Periksa tekanan angin ban secara rutin. Informasi tekanan angin ban yg normal pasti ada di label di bagian dalam pintu mobil. Kurang tekanan angin bikin boros bensin, terlalu besar tekanan juga jelek buat grip ban pd aspal. Baiknya periksa paling enggak sebulan sekali, tekanan angin ban harus sesuai dg angka di label itu.
  3. Hindari ngangkut muatan berlebihan. Nggak perlu lah ngangkut karung pasir di dalam bagasi city car.
  4. Service mobil secara berkala. Karena tumpukan debu saringan udara, oli yg kotor, busi yg aus, knalpot bocor, atau masalah pd sistem kontrol emisi bisa bikin konsumsi bensin lebih boros. Percayalah, teman2 mekanik di bengkel lebih ngerti urusan teknisnya mobil daripada kita sendiri. Biarkan mereka memeriksa kondisi mobil secara rutin.

Kemudian eco drivingnya sendiri itu gimana?

  1. Lakukan akselerasi / penekanan pedal gas secara perlahan.
  2. Hindari membebani mesin atau putaran mesin berlebihan. Pak Sugihendi dari Nissan menyarakan ganti gigi ketika mencapai 2000 rpm. Mobil dari pabrikan lain mungkin punya angka berbeda, tapi secara garis besar masksudnya nggak usah muter mesin terlalu kenceng lah. Ini saran dalam konteks eco driving sih, bukan mbahas kebutuhan torsi untuk akselerasi nyalip truk gandeng di jalur pantura.
  3. Antisipasi terhadap kondisi lalu lintas untuk menghindari akselerasi dan deselarasi mendadak yg terus-menerus. Jaga jarak aman dg mobil di depan, dan hindari mengemudi secara stop & go.
  4. Jangan meletakkan kaki kiri di pedal kopling, atau nginjak setengah kopling. Ini mungkin kebiasaan yg nggak sadar terjadi kalo sedang nyetir kecepatan rendah. Buang-buang bensin percuma.
  5. Hindari pengereman yg tidak perlu. Sebisa mungkin gunakan engine brake untuk mengurangi kecepatan..
  6. Pertahankan kecepatan yg wajar di jalan tol.
  7. Hindari mesin idling terlalu lama. Kalo berhentin ya matikan mesin.
  8. Atur AC pd temperatur yg tidak terlalu dingin, matikan kalo nggak perlu. Ini pengaturan di termostat ya, bukan pengaturan kecepatan fan AC.
  9. Tutup jendela pd kecepatan tinggi. Biar lebih aerodinamis. Jendela terbuka itu bikin turbulensi udara nggak penting yg menambah drag coefficient dan konsumsi bahan bakar.
  10. Jangan bertindak agresif, santai saja dalam mengemudi.

Bahkan Ben Collins pun sepakat menyarankan untuk tidak bertindak agresif dalam bukunya How To Drive. Nggak kenal Ben Collins? Pernah nonton Top Gear? Tau the Stig? Yaaa the Stig itu adalah Ben Collins.

tips the stig how to drive

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *